Bisakah perempuan berbadan dua menularkan virus corona ke balita mereka yang belum lahir?

Tipscepathamil.xyz - Saat ini telah terdapat sebagian laporan global tentang balita yang lahir dari bunda yang terinfeksi SARS-CoV-2, virus pemicu COVID-19. Sebagian besar dari bayi- bayi ini belum dites positif terserang virus ataupun hadapi permasalahan respirasi.

Saat ini terdapat sebagian laporan permasalahan yang tampaknya menampilkan kalau peradangan bisa ditularkan dari perempuan berbadan dua ke balita yang belum lahir, lewat plasenta. Dalam satu laporan dari Prancis, seseorang balita lahir dari seseorang perempuan yang mengidap COVID-19 pada akhir kehamilan.

Ilustrasi plasenta serta balita baru lahir dinyatakan positif terserang virus. Balita itu meningkatkan sebagian indikasi neurologis 3 hari sehabis lahir, namun pulih dengan baik serta keluar dari rumah sakit. Dalam laporan AS yang lain, seseorang perempuan berbadan dua dengan diabet tertular COVID-19, serta sekali lagi ilustrasi plasenta dinyatakan positif.

Balita itu dinyatakan positif terserang virus 1-2 hari sehabis lahir serta menampilkan permasalahan Agen Bola Ibcbet Indonesia respirasi ringan namun sembuh total. Permasalahan penularan virus dari perempuan berbadan dua ke balita mereka yang belum lahir tampaknya tidak sering terjalin.

Kedua permasalahan ini mengesampingkan mungkin penularan virus sehabis lahir namun dalam laporan lain, tanpa pengujian merata, apakah peradangan ditularkan di dalam rahim ataupun sehabis lahir masih kurang jelas. Yang meyakinkan, tidak terdapat laporan tentang balita yang baru lahir jadi sangat tidak sehat akibat COVID-19.

Dari mana asalnya cerita itu?

The Guardian merupakan salah satu dari sebagian outlet kabar yang memberi tahu laporan permasalahan dari Paris, Prancis, yang diterbitkan dalam harian sains peer- review Nature Communications pada pertengahan Juli. Dekat waktu yang sama, Science News pula memberi tahu permasalahan di Texas, AS.

Apa dasar klaimnya?

Riset di Prancis memberi tahu kalau seseorang perempuan berbadan dua 35 minggu dirawat di rumah sakit dengan kesusahan bernafas serta dinyatakan positif SARS-CoV-2. Balita pria dilahirkan lewat pembedahan caesar, serta dokter mengambil ilustrasi dari plasenta serta cairan ketuban yang mengelilingi balita.

Mereka pula menguji darah serta cairan balita dari paru-parunya dikala selang pernapasannya dilepas. Seluruh ilustrasi dinyatakan positif terinfeksi SARS-CoV-2. Walaupun balita pada awal mulanya nampak tidak sehat, 3 hari sehabis lahir dia hadapi indikasi iritabilitas, kurang makan serta kejang otot.

Pemindaian otak menampilkan mungkin isyarat peradangan, namun ilustrasi cairan yang mengelilingi otak serta sumsum tulang balik negatif buat SARS-CoV-2 ataupun mikroorganisme infektif yang lain. Balita itu tidak menerima perawatan spesial serta pulih dalam sebagian hari selanjutnya.

Dalam laporan AS yang lain, seseorang perempuan berbadan dua positif COVID-19 melahirkan prematur pada 34 minggu sebab komplikasi kehamilan dari diabetesnya. Plasenta dinyatakan positif SARS- CoV-2, walaupun balita wanita itu sehat.

Ia tidak dites positif hingga 1-2 hari sehabis lahir kala ia pula hadapi permasalahan respirasi ringan. Ia menerima oksigen namun tidak memerlukan ventilasi, serta sembuh total. Riset permasalahan cuma berikan ketahui kami tentang insiden tunggal, yang bisa jadi tidak sering terjalin.

Kami tidak ketahui berapa banyak perempuan berbadan dua di segala dunia yang dinyatakan positif COVID-19 pada dikala melahirkan. Dari mereka, kami tidak ketahui berapa proporsi balita mereka yang pula dinyatakan positif.

Hasil ini menampilkan kalau peradangan bisa berpindah lewat plasenta, walaupun pada permasalahan lain susah buat mengenali apakah peradangan tersebut berpindah dalam rahim ataupun ditularkan dari bunda ke balita sehabis lahir. Terlepas dari jalan penularannya, poin utamanya merupakan seluruh balita yang terinfeksi COVID telah sembuh total.

Apa yang dikatakan sumber terpercaya?

Web website NHS mempunyai data bermanfaat tentang COVID- 19 serta kehamilan. Ini melaporkan: Bisa jadi saja Kamu menularkan virus corona ke balita Kamu saat sebelum mereka lahir. Namun kala ini terjalin, bayi- bayi itu jadi lebih baik. Tidak terdapat fakta virus corona menimbulkan keguguran ataupun mempengaruhi pertumbuhan balita Kamu sepanjang kehamilan.

Posting Komentar

0 Komentar